Thursday

Printer Paling Bagus Murah Awet dan Bandel

Printer Paling Bagus Murah Awet dan Bandel

Inilah Printer paling bagus, murah, awet dan bandel versi TUTOR HEBRING.


Kalau membahas tentang printer apa yang paling bagus, awet, bandel dipakai untuk keperluan pribadi atau kantor sekedar untuk mencetak laporan, maka jawabannya adalah relatif. Ibarat Sepeda motor kita dihadapkan pada banyak pilihan merk, cc, dan model. Bila disuruh memilih pasti jawabannya berbeda-beda dan semua itu tergantung kepada selera.
Untuk masalah printer ini tentu tidak jauh berbeda juga, setiap orang pasti punya selera masing-masing. Jika Anda bingung dengan printer apa yang akan dibeli, maka berikut adalah beberapa pertimbangan bagi anda untuk memilih printer apa yang sebaiknya dipakai :


1. Jika anda membutuhkan printer dengan kecepatan tinggi dan Intensitas tinggi maka pilihan terbaik adalah printer Laserjet. Untuk pilihan merk saya lihat tidak banyak perbedaan dalam segi kualitasnya, karena printer laserjet ini hampir kebanyakan mesinnya kuat dan cartridge-nya bisa dipakai atau cocok untuk merk lain. Biasanya bagian yang lebih sering cepat rusak atau aus pada printer laserjet ini adalah bagian drum di dalam cartridgenya akibat pemakaian dan panas yang dihasilkan dari proses mencetak. Seperti yang saya lihat di kantor saya, Cartridge dengan toner penuh (tinta bubuk)  bisa untuk mencetak ± 500~800 lembar, namun biasanya setiap 3 (tiga) kali refill atau isi ulang maka drum sudah mulai aus sehingga sebaiknya diganti, karena kalau tidak diganti maka hasilnya akan bergaris-garis seperti berbayang.
Untuk kisaran harga printer Laserjet adalah Rp. 900.000,- hingga jutaan rupiah. Biaya refill cartridge besar ± Rp. 80.000,- dan cartridge kecil Rp. 60.000, untuk penggantian drum sekitar Rp. 80.000,-.
Di kantor saya, printer Laserjet yang dipakai adalah merk HP dan Canon. Untuk merk HP kelebihannya bisa menambah ukuran kertas Folio lewat menu setup, dan bisa disharing via LAN tanpa masalah. Sedangkan untuk printer Canon LBP-2900 saya lihat tidak ada pilihan kertas Folio dan tidak bisa bikin custom paper size di menu setup dan kalau disharing dalam jaringan pada beberapa kasus seringnya malah jadi lambat atau no respon, tetapi setelah dimatikan dulu barulah bisa dipakai lagi buat mencetak via jaringan LAN.

2. Jika membutuhkan printer dengan frekuensi mencetak sedikit dan kurang membutuhkan kecepatan tinggi, maka pilihan jatuh pada printer Inkjet dengan tinta cair.
Harga printer inkjet ini harganya tidak terpaut jauh dengan printer laserjet sekitar Rp. 600.000,- sampai jutaan rupiah.
  • Pilihan pertama jika mencari printer Inkjet dengan harga di bawah 1 juta maka yang bisa didapat adalah merk Canon. Di kantor saya juga memakai printer Canon iP2770 sudah diinfus. Kecepatan mencetak printer ini cukup bagus, lebih bagus dari pada kecepatan cetak printer Epson Inkjet. Hanya saja dalam beberapa bulan saja cartridge sudah mulai rusak hasil bergaris-garis mungkin karena salah dalam pemakaian, sudah dilakukan upaya head cleaning tetap saja tidak berhasil. Solusinya harus ganti Cartridge. Harga Cartridge hitam ± Rp. 150.000,- dan cartridge warna ± Rp. 250.000,-. Jadi apabila ganti 2 cartridge keluar dana Rp. 400.000,- cuma terpaut Rp. 200.000,- dari harga Printer barunya. Kalau menurut saya pihak Canon ini kelihatannya berfokus pada penjualan cartridge bukan ke printernya, karena mesinnya sangat awet digunakan bertahun-tahun, sedangkan cartridge-nya cepat rusak.
          penyebab cartridge printer canon cepat rusak
  • Pilihan kedua adalah merk Epson. Printer Epson Inkjet dengan Seri C dan T belum memiliki sistem infus dari pabriknya jadi biasanya dimodifikasi infus sendiri. Sejak keluar seri L sudah ada sistem infus dari pabriknya.  Harga printer ini semakin mahal yaitu lebih dari 1,5 juta rupiah. Hasil yang didapat dari cetakan printer ini patut diacungi jempol, resolusinya cukup tinggi dan hasilnya bagus dan halus. Head printer ini terpisah dengan cartridge, sehingga apabila headnya rusak maka cukup diganti headnya saja. Perlu diketahui bahwa harga headnya juga cukup mahal, untuk tipe printer 4 warna sekitar Rp. 500.000,-. Namun jangan kuatir karena kelebihan printer ini adalah headnya cukup awet. Dan seperti pengalaman saya di kantor juga memakai printer Epson seri  L210. Printer ini digenjot untuk mencetak text sebanyak 500 lembar per hari, per bulan sampai 15.000 lembar, Hebat !!. Kalau menurut saya pihak Epson ini kelihatannya berfokus pada penjualan tinta isi ulangnya yang harganya ± 100.000,- per botol isi 70 ml. Kalau dihitung biaya cetak per lembar adalah Rp. 100.000,- bisa mencetak 4.000 lembar, maka biaya per cetak adalah Rp. 25 (dua puluh lima rupiah). Sangat murah sekali dibandingkan dengan biaya operasional printer laserjet. Bagian atau Spare Part dari printer ini yang cepat aus dan rusak adalah roll penarik kertas. Biasanya kalau sering dipakai mencetak  lebih dari 20.000 lembar rollnya mulai aus. Harga roller penarik kertas ± Rp. 50.000,- ~ Rp. 75.000,- belum termasuk ongkos pasang. Kalau termasuk ongkos pasang harganya lebih dari seratus ribuan.
Kelebihan dan kekurangan Printer Epson Inkjet

Kalau menurut saya pribadi, saya lebih memilih Printer Epson seperti pengalaman saya terdahulu yang pernah saya tulis di artikel Rahasia Printer awet puluhan tahun  (NB : mulai minggu kemarin printer andalan tersebut sudah saya istirahatkan karena sudah rusak dengan tutup usia 10 tahun ).

Namun perlu dipertimbangkan juga untuk Printer Canon juga cukup bagus karena saya pribadi juga memakai printer Canon type iP2770 tidak diinfus. Saya pergunakan untuk mencetak sedikit-sedikit kira-kira 20 halaman saya istirahatkan dulu sejenak sekitar setengah sampai 1 menit baru dipergunakan untuk mencetak lagi, mengingat pengalaman saya dulu pernah memakai printer Canon dipaksa mencetak ratusan lembar tanpa henti, ternyata belum ada sebulan cartirdge sudah rusak karena overheating. Cara mencegah Overheating pada cartridge adalah dengan mengistirahatkan printer sejenak untuk mendinginkan cartridge. Hasilnya printer saya sudah mencetak ribuan lembar dan kondisi cartridge masih bagus.Saya mengisi ulang cartridge tidak dengan disuntik dari lobang atas tetapi saya isi menggunakan Cartridge Toolkit yaitu alat pengisi dan penyedot cartridge seharga 30 ribu rupiah, diisi dari bawah pada lobang nozzle.

Semoga sedikit info di atas dapat membantu anda sebagai pertimbangan untuk memilih printer apa yang ingin anda pakai.

Demikian info dari TUTOR HEBRING semoga bermanfaat.


4 comments: